Health Akbar Post
Kesehatan/Batu buli–buli atau vesikolitiasis sering terjadi pada pasien yang menderita gangguan miksi(misalnya pada pasien hyperplasia prostat, striktura uretra, divertikel buli–buli atau buli–bulineurogenik) atau terdapat benda asing di buli–buli (misalnya kateter yang terpasang pada buli– buli dalam waktu yang lama, adanya benda asing yang secara tidak sengaja dimasukkan kedalam buli–buli sering kali menjadi inti batu). Selain itu, batu ginjal atau ureter yang turun ke buli–buli dapat juga menjadi batu buli–buli misalnya pada anak–anak yang kurang gizi atauyang sering menderita dehidrasi atau diare).

Gejala khas, yaitu berupa gejala iritasi seperti nyeri pada saat miksi" disuria hingga stranguria, perasaan tidak enak sewaktu kencing dan kencing tiba – tiba terhenti kemudian menjadi lancar kembali dengan perubahan posisi tubuh. nyeri pada saat miksi sering dirasakan (refered pain) pada ujung penis, skrotum, perineum, pinggang sampai kaki.

Pada anak seringkali mengeluh adanya enuresis nokturna, di samping sering menarik–narik penisnya (pada laki-laki) ataumenggosok vulva (pada perempuan). Jika terjadi in'eksi dapat ditemukan tanda–tanda sistitis dan kadang–kadang terjadi hematuri. Pada pemeriksaan 'isis ditemukan adanya nyeri tekan suprasimpisis karena in'eksi atau terabaurine yang banyak (retensi). Pada batu yang ukurannya besar dapat diraba secara bimanual dan pada pria dengan usia dia atas 50 tahun dapat ditemukan pembesaran prostat.

Download Asuhan Keperawatan Batu Buli–Buli atau Vesikolitiasis

ASKEP Download

Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.