Health Akbar Post
Kesehatan/Di negara – negara miskin seperti negara Afrika, Asia, Amerika Latin, termasuk Indonesia banyak terjadi kasus kekurangan gizi terutama terjadi pada masa anak-anak. Hal ini disebabkan karena negara miskin memiliki tingkat ekonomi yang rendah. Tingkat pengetahuan keluarga tentang nutrisi kurang, perawatan anak yang belum memadai, sifat tahayul terhadap bahan makanan dan kesehatan lingkungan yang buruk.

United Nation Children Fund (UNICEF) mengkategorikan kekurangan gizi sebagai kegawatdaruratan yang tidak kentara “Silent Emergency” (Laily Savitri, 2000). Pada tahun – tahun terakhir ini bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa sulit, yaitu terjadinya krisis moneter yang menghantarkan perekomian Indonesia ke titik yang paling rendah. Harga-harga barang naik, rupiah mengalami keterpurukan dan banyaknya pegawai yang di PHK.

Keadaan yang demikian berdampak besar terhadap pola konsumsi makan masyarakat Indonesia akibatnya terjadi penurunan status gizi anak yang salah satu diantaranya di tandai dengan penyakit Kwashiorkor. Kwashiorkor adalah gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan protein. (Ratna Indrawati, 1994). Di tinjau dari golongan umur, Kwashiorkor sering terjadi pada anak balita. Angka kejadian tertinggi pada umur 1,5 – 2 tahun yaitu saat setelah terjadinya penyapihan sedangkan anak belum mengenal jenis makanan lain.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Lab. UPF Ilmu Keehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya dapat data angka kejadian Kwashiorkor tahun 2000 sebanyak 6 anak dengan angka kematian 0% dan pada tahun 2001 sebanyak 4 anak dengan angka kematian 0%. Angka tersebut memang tergolong kecil di banding angka kejadian penyakit lain, tetapi bila menginginkan generasi muda penerus bangsa dengan ber kualitas baik fisik maupun psikologi maka angka tersebut seharusnya dapat ditekan atau bahkan dihilangkan.

Kekurangan protein atau Kwashiorkor pada masa anak-anak bukanlah masalah main-main karena bukan saja menyebabkan kematian tetapi juga mengganggu sistem kekebalan tubuh, bahkan dalam skala yang berat dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan.

Diagnosa dini serta penatalaksanaan yang dapat sangat diperlukan untuk menghindari akibat yang lebih parah. Untuk itu tenaga bidan atau perawat dituntut memiliki kemampuan dan ketrampilan lebh dalam melakukan asuhan keperawatan kepada klien dan keluarga yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, secara terpadu dan berkesinambungan serta memandang klien sebagai satu kesatuan yang utuh secara bio – psiko – sosial – spiritual.

Masalah yang sering terjadi berdasarkan prioritas asuhan keperawatan pada Kwashiorkor adalah gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, potensial terjadinya kekurangan volume cairan sampai dengan diare, muntah, tidak adekuatnya masukan makanan cairan. Gangguan integritas kulit sehubungan dengan gangguan nutrisi, odema, potensial terjadinya kimplikasi sehubungan dengan daya tahan tubuh rendah dan kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan nutrisi.

Download Asuhan Keperawatan Kwashiorkor Pada Anak

ASKEP 1 Download

Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.