Health Akbar Post
Kesehatan/Perilaku curiga merupakan gangguan berhubungan dengan orang lain dan lingkungan yang ditandai dengan perasaan tidak percaya dan ragu-ragu. Perilaku tersebut tampak jelas saat individu berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya. Perilaku curiga merupakan prilaku proyeksi terhadap perasaan ditolak, ketidakadekuatan dan inferiority. Ketika klien kecemasannya meningkat dalam merespon terhadap stresor, intra personal, ekstra personal dan inter personal.

Perasaan ketidak nyamanan di dalam dirinya akan diproyeksikan dan kemudian dia akan merasakan sebagai ancaman/ bahaya dari luar. Klien akan mempunyai fokus untuk memproyeksikan perasaannya yang akan menyebabkan perasaan curiga terhadap orang lain dan lingkungannya. Proyeksi klien tersebut akan menimbulkan prilaku agresif sebagaimana yang muncul pada klien atau klien mungkin menggunakan mekanisme pertahanan yang lain seperti reaksi formasi melawan agresifitas, ketergantungan, afek tumpul, denial, menolak terhadap ketidaknyamanan.

Faktor predisposisi dari curiga adalah tidak terpenuhinya trust pada masa bayi . Tidak terpenuhinya karena lingkungan yang bermusuhan, orang tua yang otoriter, suasana yang kritis dalam keluarga, tuntutan lingkungan yang tinggi terhadap penampilan anak serta tidak terpenuhinya kebutuhan anak. Dengan demikian anak akan menggunakan mekanisme fantasi untuk meningkatkan harga dirinya atau dia akan mengembangkan tujuan yang tidak jelas.

Klien dengan perilaku curiga memperlihatkan sikap bermusuhan dan mudah marah, sorot mata tajam dan menyelidik, sangat sensitif terhadap perilaku orang lain, gelisah, ketakutan, cemas (agitasi dan agresif). Sering kali kaku dalam menafsirkan pendapat tentang lingkungan, berbicara tidak sesuai dengan kenyataan. Berbicara membesar-besarkan diri (grandiosa), bersikap seperti orang penting, selalu memprotes keadaan lingkungan.

Menarik diri, merasa asing dengan orang lain dan lingkungan, tidak mampu melaksanakan peran dalam keluarga mengguanakan mekanisme dalam mempertahankan diri proyeksi, dineal (pengingkaran), menolak makan dan obat berat badan cenderung turun, tidak dapat tidur atau sering terbangun waktu tidur. Kebersihan diri kurang, tidak rapih, pakaian kotor. Kurang berpartisipasi dalam kegiatan agama, ada usaha bunuh diri dan cenderung melikai orang lain.

Pada klien , dari data yang ditemukan faktor predisposisi dari prilaku curiga adalah gangguan pola asuh. Di dalam keluarga klien merupakan anak angkat dari keluarga yang pada saat itu belum memiliki anak. Klien menjadi anak kesayangan ayahnya, karena klien dianggap sebagai pembawa rejeki keluarga. Sejak kelahiran adik-adiknya ( 7 orang ) klien klien berusia 10 tahun, mulai merasa tersisih dan tidak diperhatikan, merasa tidak nyaman, sehingga klien merasa terancam dari lingkungan keluarganya. Sejak itu klien tidak percaya pada orang lain, sering marah-marah dan mengamuk sehingga klien dibawa oleh keluarganya ke RS jiwa.

Masalah yang biasanya timbul pada klien curiga karena adanya kecemasan yang timbul akibat klien merasa terancam konsep dirinya, kurangnya rasa percaya diri terhadap lingkungan yang baru/asing ,masalah ini tidak muncul pada klien G. Masalah lain yang juga sering muncul pada klien curiga yaitu marah, timbul sebagai proyeksi dari keadaan ketidak adekuatan dari perasaan ditolak, masalah ini muncul pada klien .

Isolasi sosial merupakan masalah yang juga muncul pada diri klien. Klien menarik diri akibat perasaan tidak percaya pada lingkungan . Curiga merupakan akibat dari mekanisme koping yang tidak efektif, klien menunjukan bingung peran, kesulitan membuat keputusan, berperilaku destruktif dan menggunakan mekanisme pertahanan diri yang tidak sesuai, dan masalah ini ada pada diri klien.

Masalah lain yang timbul adalah gangguan perawatan diri dan data yang diperoleh : klien berpenampilan tidak adekuat, dimana klien tidak mandi, tidak mau gosok gigi, rambut kotor dan banyak ketombe, kuku kotor dan panjang, masalah ini ada pada diri klien.
Pada klien umumnya terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah, dimana klien mempunyai pandangan negatif terhadap dirinya. Selama melakukan asuhan keperawatan kemungkinan ditemukan, kelompok masih perlu data lagi, karena kalau dianalisa masalah curiga muncul karena adanya masalah harga diri rendah.

Potensial gangguan nutrisi, pada klien curiga biasanya mengira makanan itu beracun atau petugas mungkin sudah memasukkan obat-obatan ke dalam minumannya, akibatnya tidak mau makan - minum, masalah ini tidak ada pada diri klien.

Apabila masalah curiga tidak diatasi, maka akan menimbulkan maslah-masalah lain seperti : menarik diri, kurang minat dalam kebersihan diri yang dapat menyebabkan penampilan diri kurang adekuat. Dapat juga menyebabkan pengungkapan marah yang tidak konstruktif, sehingga dapat melukai diri sendiri dan orang lain. Kelompok juga sulit menemukan literatur yang membahas tentang perilaku curiga.

Download Asuhan Keperawatan Perilaku Curiga

ASKEP 1 Download

Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.