Health Akbar Post
Kesehatan/Psikosa secara sederhana didefinisikan sebagai suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rada kenyataan atau sense of reality (Maramis, 1994). Pada klien psikosa dapat terjadi gangguan pada hidup perasaan (afek dan emosi), proses berpikir, psikomotorik dan kemamuan serta semua hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Sesuai dengan penyebab utama, maka psikosa dapat dibedakan menjadi dua yaitu psikosa organik dan non organik (Funsional).

Psikosa organik atau syndroma otak organik adalah gangguan jiwa yang psikotik yang disebabkan oleh gangguan otak atau gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

Penyakit badaniah: meningo-enchepalitis, gangguan pembuluh darah otak, tumor otak, tifus, endometritis, payah jantung, toximea.

Cidera kepala: cedera kepala sedang, cidera kepala berat. Berat – ringannya gejala yang timbul tergantung dari luas jaringan otak yang terkena. Banyak pasien sampai mengalami perubahan kepribadian setelah ruda paksa. Perubahan kepribadian ini ialah primer oleh kelainan histologis pada jaringan otak karena ruda paksa. Tetapi faktor psikologis mempunyai pengaruh dan tidak jarang kecenderungan-kecenderungan yang sebelum trauma masih dapat ditekan dan dikuasai, sesudahnya menjadi manifest. Beberapa pasien setelah mengalami ruda paksa pada kepala, jatuh pada gangguan jiwa termasuk skozofrenia.

Skizofrenia yaitu jiwa yang terpecah-belah, adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir, perasaan dan perbuatan (Eugen Bleuler, 1857-1938 dikutif dari Maramis, 1998 hal 217). Perilaku yang berhubungan dengan masalah-masalah proses informasi yang berkaitan dengan skizofrenia sering disebut sebagai defisit kognisi (Stuart & Sundeen 1998 hal 301).

Perilaku ini termasuk semua aspek seperti ingatan, perhatian, bentuk dan jumlah ucapan (kelainan pikiran formal), pengambilan keputusan, dan delusi (bentuk dan isi pikiran). Kelainan proses, isi dan organisasi fikir, persepsi masukan, sensori, ketegangan dan afek emosi, identitas kemauan, perilaku psikomotor dan kemampuan untuk menetapkan hubungan interpersonal yang memuaskan merupakan sejumlah gejala (syndrome) yang muncul pada klien dengan skizoprenia (DSM-III-R, 1987 dikutif dari Mary C.T 1998 hlal.143).

Adanya sekumpulan gejala berupa perilaku khas regresi dan premitif. Afek tidak sesuai, dengan karakteristik umum wajah dungu, tertawa aneh, meringis dan menarik diri secara ekstrem. Komunikasi inkoheren secara konsisten.
Faktor yang dapat menyebabkan skizofrenia seperti faktor psikologis, biologis, sosiobudaya maupun spiritual.

Kondisi ini terjadi akibat adaknya ketidaksesuaian respon terhadap beragai stimulus yanng diterima individu. Secara normal rentang respon biologis terhadap stimulus yang diterima oleh individu berada pada satu garis kesetimbangan mulai respon adaptif hingga maladaptif.

Download Asuhan Keperawatan Pada Psikosa

ASKEP 1 Download

Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.