Health Akbar Post
Kesehatan/Teori kesatuan psiko fisik atau teori psiko fisik totalitas berkembang karena para ahli menyadari bahwa orang yang keadaan kejiwaannya mengalami gangguan, karena rasa susah, gelisah, atau ragu-ragu menghadapi sesuatu, ternyata mempengaruhi kondisi fisiknya. Akibat rasa susah dan gelisah menghadapi masa depan, seseorang kurang dapat tidur nyenyak, sehingga akhirnya mempengaruhi tingkah laku dan penampilannya.

Sehubungan itu semua, maka jelaslah bahwa gejala psikik akan mempengaruhi penampilan dan prestasi atlet. Dalam hubungan itu pengaruh gangguan emosional perlu diperhatikan, karena gangguan emosional dapat mempengaruhi “Psichological Stability” atau keseimbangan Psikik secara keseluruhan.

Seperti halnya pada otot-otot kita mengalami ketegangan, karena melakukan pekerjaan fisik, maka kitapun mengalami ketegangan psikik yang disebut “stress”. Menurut Gauron (1984) stress seperti halnya ketegangan otot tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kita tidak dapat menghindarkan ketegangan psikik atau stress, beberapa ketegangan diperlukan dan beberapa ketegangan tidak diperlukan dalam penampilan dan melakukan tugas. Untuk dapat melakukan gerakan-gerakan tertentu dibutuhkan adanya ketegangan atau “Lack of Tension” akan berakibat kita tidak dapat melakukan sesuatu dengan baik. Untuk dapat melakukan gerakan-gerakan tertentu dibutuhkan adanya ketegangan otot-otot dimana ketegangan tersebut sangat diperlukan kemanfaatannya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini


Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.