Health Akbar Post
Kesehatan/Kulit terdiri dari tiga lapisan; epidermis, dermis dan lemak subkutan. Epidermis bagian terluar kulit dibagi menjadi dua lapisan utama yaitu stratum corneum dan stratum malfigi. Dermis terletak tepat di bawah epidermis, yang mengandung pembuluh-pembuluh darah dan syaraf yang menyokong dan memberi nutrisi pada epidermis yang sedang tumbuh. Di bawah dermis terdapat lapisan kulit ketiga yaitu lemak subkutan. Lapisan ini merupakan bantalan untuk kulit, isolasi untuk mempertahankan suhu tubuh dan tempat menyimpan energi (Price dan Wilson, 1995 : 1261).

Ramli dan Pamoentjah dalam Rusyidi (1996 : 118) mengemukakan bahwa : Luka bakar atau combustio adalah suatu keadaan kerusakan jaringan tubuh (kulit) yang disebabkan oleh berbagai hal antara lain : jilatan api, air panas, listrik dan zat kimia.
Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia dan radiasi (Mansjoer, Arif, et. al., 2000; 365).

Luka bakar adalah sejenis cedera pada daging atau kulit yang disebabkan oleh panas, listrik, zat kimia, gesekan, atau radiasi.[1] Luka bakar yang hanya mempengaruhi kulit bagian luar dikenal sebagai luka bakar superfisial atau derajat I. Bila cedera menembus beberapa lapisan di bawahnya, hal ini disebut luka bakar sebagian lapisan kulit atau derajat II. Pada Luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit atau derajat III, cedera meluas ke seluruh lapisan kulit. Sedangkan luka bakar derajat IV melibatkan cedera ke jaringan yang lebih dalam, seperti otot atau tulang.

Perawatan yang diperlukan bergantung pada tingkat keparahan luka bakar. Luka bakar superfisial mungkin dapat ditangani dengan pereda nyeri sederhana, sementara luka bakar besar mungkin memerlukan pengobatan yang lebih lama di pusat perawatan luka bakar khusus. Mendinginkan dengan air ledeng mungkin membantu meredakan nyeri dan mengurangi kerusakan; akan tetapi, paparan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan suhu tubuh rendah.

Luka bakar yang mengenai sebagian lapisan kulit mungkin perlu dibersihkan dengan sabun dan air, kemudian dibalut. Cara untuk menangani lepuh masih belum jelas, tetapi mungkin ada baiknya untuk membiarkan lepuh tersebut tetap utuh. Luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit biasanya membutuhkan pembedahan, seperti cangkok kulit. Luka bakar yang luas seringkali membutuhkan banyak cairan intravena karena respon peradangan selanjutnya akan mengakibatkan kebocoran cairan kapiler yang signifikan dan edema. Komplikasi paling umum dari luka bakar adalah infeksi.

Meskipun luka bakar yang besar bisa berakibat fatal, perawatan modern yang dikembangkan sejak tahun 1960 telah meningkatkan hasil penanganan secara signifikan, terutama pada anak dan remaja.[2] Secara global, sekitar 11 juta orang dengan luka bakar akan mencari perawatan medis, dan 300.000 orang meninggal karena luka bakar setiap tahunnya.[3] Di Amerika Serikat, sekitar 4% dari pasien yang dirawat di pusat perawatan luka bakar meninggal karena luka bakar.[4] Hasil jangka panjang dari perawatan luka bakar berhubungan erat dengan ukuran luka bakar dan usia orang yang mengalami luka bakar tersebut.

Cedera termis menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit sampai syok, yang dapat menimbulkan asidosis, nekrosis tubular akut, dan disfungsi serebral. Kondisi-kondisi ini dapat dijumpai pada fase awal/akut/syok yang biasanya berlangsung selama 72 jam pertama.

Dengan kehilangan kulit yang memiliki fungsi sebagai barier (sawar) luka sangat mudah terinfeksi. Selain itu, dengan kehilangan kulit luas, terjadi penguapan cairan tubuh yang berlebihan. Penguapan cairan ini disertai pengeluaran protein dan energi, sehingga terjadi gangguan metabolisme.

Jaringan nekrosis yang ada melepas toksin (burn toxin, suatu lipid protein kompleks) yang dapat menimbulkan Systemic Inflammatory Responce Syndrome (SIRS) bahkan sepsis yang menyebabkan disfungsi dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh seperti hepar dan paru Acut Respiratory Distress Syndrome (ARDS); yang berakhir dengan kematian.

Reaksi inflamasi yang berkepanjangan akibat luka bakar menyebabkan kerapuhan jaringan dan struktur-struktur fungsional. Kondisi ini menyebabkan timbulnya parut yang tidak beraturan (hipertropik), kontraktur, deformitas sendi dan sebagainya (Mansjoer, Arif, et al.., 2000 : 365).

Download Asuhan Keperawatan Luka Bakar Atau Combustio

ASKEP 1 Download

Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.