Health Akbar Post
Kesehatan/Ditengah bangsa Indonesia yang sedang bergumul dalam berbagai sektor pembangunan, bidang olahraga juga mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah. Salah satu hasil pembangunan olahraga yang sangat didambakan, baik para atlet dan pembinanya maupun para anggota masyarakat secara luas, adalah terciptalah prestasi puncak para atlet Indonesia. Prestasi puncak addalah kemampuan atlet atau anggota kelompok (tim) untuk menciptakan prestasi maksimal, sehingga dapat lebih banyak berbicara di arena pertandingan olahraga nasional maupun internasional (Drs. Abdul Hamid Tjatjo MP, 1989).

Berbagai kalangan mengemukakan pendapat bahwa untuk peningkatan prestasi olahraga diperlukan perombakan dan perubahan sistem manajement yang selama ini dilaksanakan, antara lain masalah lembaga-lembaga dan kurikulum olahraga di sekolah serta para guru dan pelatih yang memerlukan peningkatan ketrampilan. Demikian pula sistem pembinaan atlet secara langsung seperti metode dan strategi latihan, sarana dan prasarana, masalah gizi dan penerapan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan pembinaan ini. Berdasarkan urutan diatas, terlihat betapa luas masalah yang menyangkut usaha peningkatan prestasi tersebut.

Tetapi dikemukakan suatu analisis strategi pembinaan olahraga yang masih jarang, yaitu strategi meditasi dalam mencapai prestasi puncak. Peranan masalah-masalah kejiwaan mempunyai pengaruh yang penting malah kadang-kadang menentukan, di dalam usaha orang atau atlet untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Misalnya aspek dan peranan motivasi, aktivasi, frustasi, rasa bimbang ketakutan anxiety (kecemasan), ambisi untuk menang, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Aspek-aspek tersebut perlu kita pelajari dan hayati kalau kita ingin mendidik dan melatih anak manusia (Drs. Harsono Msc, 1988).

Dengan pengetahuan akan aspek-aspek tersebut di atas para pelatih diharapkan akan dapat berhubungan dengan subyek atlet dengan lebih banyaknya pengertian dan memperlakukan mereka secara lebih manusiawi, sehingga kedewasaan jiwa dan matuvitas keolahragaan mereka dapat berkembang lebih baik.

Seorang pelatih dalam suatu tim olahraga tersebut, terutama olahragawan-olahragawan pertandingan akan selalu beradda dibawah stress-stress, baik stress fisik maupun stress mental yang disebabkan oleh lawan atau kawan bermain, penonton, pengaruh lingkungan, sarana dan prasarana dan sebagainya, terutama dalam situasi-situasi pertandingan yang menggerakkan pusat-pusat organisme yang mengatur koordinasi akal dan otot (Mid an Body).

Stretegi untuk mempertinggi aktivitas kelompok, seperti percakapan bebas, dapat membantu seorang atlet mencapai tingkat kesiagaan optimal, tetapi dapat menyebabkan atlet lain mengalami kegairahan yang berlebihan. Prosedur aktivitas jangan dilakukan secara sama rata, melainkan bantulah setiap atlet menemukan tingkat kesiagaannya masing-masing.

Melatih atlet mencapai keadaan relaksi akan menolong mereka terhindari dari lingkaran anxietas-stress. Atlet harus dilatih relaks dalam beberapa detik dengan relaksasi progresive, latihan togenik atau meditasi transendental. Bagian prosedur relaksasi yang penting adalah pemusatan perhatian pada proses mental yang dianjurkan bagi atlet, yaitu : mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan-lahan atau menggunakan mantra, kata-kata kunci atau kalimat.

Kedua mengalihkan perhatian dengan memusatkan pikiran pada kata-kata sandi tadi. Atlet yang mempunyai ketrampilan untuk menentukan tujuan yang baik, akan lebih berhasil daripada atlet yang tidak mempunyai ketrampilan itu. Ketrampilan untuk menentukan tujuan harus menjadi bagian integral perkembangan ketrampilan psikologis atlet. Kadang-adakang dalam keadaan kurang siaga diperlukan strategi penguatan Psikis.

Percakapan bebas, papan komunikasi, berita dan dukungan penggemar merupakan strategi yang berguna untuk menyiapkan atlet menghadapi pertandingan penting. Cara ini tidak boleh dipakai secara berlebihan atau disamaratakan oleh stlet. Latihan mengatasi stress dengan program seperti VMBR, SIT dan SMT sangat efektif untuk mencapai respons relaksasi. Atlet yang tertekan karena kompetisi dan mendapat keuntungan dari salah satu program ini. Apakah penampilan akan meningkat tergantung tercapai atau tidaknya tingkat kesiagaan dan kegairahan yang optimal.

Teori kesatuan psiko fissik atau teori psiko fisik totalitas berkembang karena para ahli menyadari bahwa orang yang keadaan kejiwaannya mengalami gangguan, karena rasa susah, gelisah, atau ragu-ragu menghadapi sesuatu, ternyata mempengaruhi kondisi fisiknya. Akibat rasa susah dan gelisah menghadapi masa depan, seseorang kurang dapat tidur nyenyak, sehingga akhirnya mempengaruhi tingkah laku dan penampilannya.

Sebaliknya keadaan fisik yang kurang sehat, karena sedang sakit, sesudah mengalami kecelakaan dan cidera, juga dapat mempengaruhi kejiwaan individu yang bersangkutan : kurang dapat memusatkan perhatian pada masalah yang dihadapi, kurang dapat berpikir dengan tenang, kurang dapat berfikir dengan cepat, dan sebagainya. Perasaan atau emosi dapat memberi pengaruh-pengaruh fisiologik seperrti : Ketegangan otot, denyut jantung, peredaran darah, pernapasan berfungsinya kelenjar-kelenjar hormon tertentu.

Sehubungan itu semua, maka jelaslah bahwa gejala psikik akan mempengaruhi penampilan dan prestasi atlet. Dalam hubungan itu pengaruh gangguan emosional perlu diperhatikan, karena gangguan emosional dapat mempengaruhi “Psichological Stability” atau keseimbangan Psikik secara keseluruhan, dan ini berakibat besar terhadap pencapaian prestasi atlet.

Dalam melakukan kegiatan olah raga lebih-lebih untuk mencapai prestasi yang tinggi, diperlukan fungsinya aspek-aspek kejiwaan tertentu; misalnya untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam cabang olah raga yang dimiliki oleh atlet harus dapat memusatkan perhatian dengan baik, penuh percaya diri, tenang dapat berkonsentrasi penuh meski ada gangguan atau suara dan lainnya.

Download Asuhan Keperawatan Kontrol Emosi

Askep 1 Download
Askep 2 Download




Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.