Health Akbar Post
Kesehatan/DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty (betina) (Effendy, 1995, hal. 1). Haemorrhagic Fever adalah infeksi akut yang disebabkan oleh arbovirus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes (Aedes albopictus dan Aedes aegypty) (Ngastiyah, 1997, hal. 341).

DHF adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue dengan ciri-ciri demam dan manifestasi perdarahan (Pusdiknakes Depkes RI, 1993, hal. 112). Dari ketiga pengertian di atas bahwa DHF adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan dengan gigitan Aedes aegypty.

Penyebab DHF adalah virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypty. Nyamuk Aedes albopictus, Aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain.

Gambaran klinik dari penyakit adalah demam mendadak tanpa sebab yang jelas, disertai gejala lain seperti lemah, nafsu makan berkurang, muntah, nyeri pada anggota badan, punggung, sendi, kepala dan perut. Gejala-gejala tersebut menyerupai influenza biasa. Pada hari ke-2 atau ke-3 demam muncul dengan bentuk perdarahan di bawah kulit, perdarahan gusi, epistaksis sampai perdarahan yang hebat berupa muntah darah akibat perdarahan lambung, melena dan hematuria.

Selain perdarahan juga terjadi syok yang biasanya dijumpai pada saat demam telah menurun antara hari ke-3 dan ke-7 dengan tanda-tanda klien menjadi makin lemah, ujung-ujung jari, telinga, hidung teraba dingin dan lembab. Denyut nadi teraba cepat, kecil dan tekanan darah menurun dengan tekan sistolik 80 mmHg atau kurang.

Fenomena patologis yang utama pada penderita adalah meningkatnya permeabilitas dinding kapiler yang mengakibatkan terjadinya perembesan plasma ke ruang ekstra seluler.

Hal pertama yang terjadi setelah virus masuk ke dalam tubuh penderita adalah viremia yang mengakibatkan penderita yang mengalami demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal-pegal di seluruh tubuh, ruam atau bintik-bintik merah pada kulit (ptechia), hiperemia tenggorokkan dan hal lain yang mungkin terjadi pembesaran kelenjar getah bening, pembesaran hati (hepatomegali) dan pembesaran limfa (splenomegali).

Peningkatan permeabilitas dinding kapiler mengakibatkan berkurangnya volume plasma, terjadinya hipotensi, hemokonsentrasi dan hipoprotinemia serta efusi dan renjatan (syok).

Hemokonsentrasi (penurunan hematokrit > 20%) menunjukkan atau menggambarkan adanya kebocoran (perembesan) plasma sehingga nilai hematokrit menjadi penting untuk patokan pemberian cairan intravena. Oleh karena itu pada penderita DHF sangat dianjurkan untuk memantau hematokrit darah berkala untuk mengetahui berapa persen hemokonsentrasi yang terjadi.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini

Posting Komentar

[random][video]
Diberdayakan oleh Blogger.